Inkscape

Kepada Netizen di mana pun kalian berada

Salam, dari Setro di Kamar Kos

Mulai saja ya, jadi ceritanya saya punya hobi desain grafis. Ya,  hobi ini hanya mungkin berujung pada desain poster tak berbayar, dan beberapa desain lain seperti desain kaos yang gak laku (haha). Saya menggunakan Coreldraw X6 asli  bajakan sebagai aplikasi utama untuk mendesain poster-poster atau desain-desain lainnya

Aplikasi/Program yang satu ini memang bisa diacungi jempol. Banyak fitur-fiturnya dalam mengolah gambar baik berbentuk vektor maupun bitmap. Bisa dibilang saya sudah klop dengan si Corel ini. Selama saya menggunakan program ini tidak ada masalah apapun kecuali rendering dan proses-proses yang lama. Maklum, laptop saya hanya bertenaga kuda (poni).

Ceritanya beberapa hari ini baru saja upgrade OS,  Windows 10 64 bit. Windows 10 yang saya pakai sekarang adalah Windows 10 Asli berlisensi dari Microsoft Imagine yang bekerja sama dengan kampus saya. Kemudian saya isi dengan program dasar seperti Office, CCleaner dan lain sebagainya. Semua program tersebut asli, baik karena dari Publisher nya yang kasih label freeware maupun dapat lisensi gratis dari Microsoft Imagine tadi. Saya kemudian berpikir “kok program desainnya gak yang asli sekalian saja ya”

Singkat cerita saya bertemulah dengan Inkscape. Inkscape merupakan sebuah program FOSS (Free Open Source Software) yang kurang lebih sama fungsinya dengan CorelDraw, yaitu untuk membuat desain grafis berbasis vektor, dan beberapa editing dasar bitmap. Versi Inkscape yang saya pakai sekarang adalah versi 0.91.x.

Oh iya sebelumnya saya sudah pernah memakai aplikasi ini sebentar pada beberapa tahun lalu, di OS Ubuntu mate dan saya kecewa. Di Linux Inkscape berjalan lambat, mungkin karena memang driver grafis nya ga begitu disupport untuk OS berbasis linux ini. Sedangkan di Windows aplikasi ini berjalan dengan stabil, bahkan dalam beberapa prosesnya lebih cepat dari CorelDraw. Hal ini dapat dilihat dari seberapa besar ukuran file installer nya. Inkscape hanya memakan 200MB an dari ruang penyimpanan laptop saya, sedangkan CorelDraw memakan sekitar 1,3GB, 6 kali lebih besar.

Tetapi ternyata pada Inkscape sendiri ada beberapa fitur yang kurang, khususnya buat saya yang terbiasa pakai CorelDraw. Ini dua kekurangan Inkscape menurut saya

  • Icon Missing

Iconn Missing disini bukan ikon kangen, tetapi beberapa ikon itu hilang. Masalah ini bukan hanya pada versi ini, tapi pada versi sebelum (0.48) dan sesudah (0.92) nya. Beberapa ikon seperti undo, redo, preferences, revert, dan template hilang. Setelah menyusuri beberapa blog dan forum ternyata masalahnya memang pada Inkscape sendiri yang tidak menyertakan beberapa ikon tersebut di file icons.svg pada folder /share/icons. Dari blog ini ditemukan caranya, yaitu dengan mendowonload modifikasi file icons.svg di web bazaar launchap, lebih tepatnya di sini , kemudian mengkopinya ke folder ‘C:\Users\{USERNAME MU}\AppData\Roaming\inkscape\icons’ lalu kemudian buka lagi Inkscapenya

  • Dukungan Bitmap

Pada CorelDraw menggunakan fitur seperti intersect dan front minus back, dan perintah lainnya sudah jadi hal biasa untuk saya, terlebih untuk memotong gambar bitmap sesuai dengan bentuk, yaitu dengan membuat satu obyek bangun datar (lingkaran misalnya) yang menumpuk gambar bitmap, kemudian diaplikasikan intersect dan sebagainya, itu dapat dilakukan dengan mudah. Dengan Inkscape tidak dapat demikian, operasi operasi itu hanya dapat dilakukan kepada sesama obyek vector, bukan kepada bitmap. Solusinya adalah dengan menggunakan tool Clip jika ingin memotong. Dengan Clp, bitmap dimasukkan kedalam obyek vector sehingga terpotong sesuai dengan bentuk obyek vector. Namun jeleknya ketika Clip ini di release, gambar bitmap asli akan muncul. Fitur Clip ini pun ada di CorelDraw. Bedanya adalah, kecepatan proses, secara CorelDraw adalah program berat.

  • Obyek bangun datar kurang

Dibandingkan dengan CorelDraw, pilihan obyek bangun datar untuk digambar di Inkscape sangat kurang. Yang ada di toolbox kiri hanyalah poligon, bintang, lingkaran dan bulat. Selebihnya saya kurang tahu dimana. CorelDraw mempunyai bangun datar yang cukup lengkap sehingga tak perlu mengubah Obyek menjadi Curve (dalam Inkscape, Object to Path)

Itu dia yang saya rasakan ketika menggunakan Inkscape. Terlebih dari semua itu, Inkscape merupakan program yang cukup andal untuk digunakan dalam membuat desain grafis, ditambah dengan lisensi gratis dan dukungan komunitas, jadi makin bisa berbagi.

Salam

Ps: Gambar menyusul hehe

 

Advertisements

One thought on “Inkscape

  1. Kalo dari pengalaman saya, Inkscape di Ubuntu lebih ringan daripada di Windows. Icon juga ngga ada yang miss (sepengetahuan saya).

    Cuma kalo yang dukungan bitmap itu emang yang juga saya alami. :v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s